Moral dan Etika dalam Bisnis

Moral dan Etika vs Batu Akik
Magma cair yang ada di dalam perut bumi memerlukan waktu yang sangat lama, mencapai jutaan hingga miliaran tahun melalui proses vulkanik sampai menjadi batuan kristal untuk kemudian digosok dan dipoles hingga menjadi perhiasan yang kita kenal sekarang sebagai batu akik seperti safir, bacan, kecubung dan lainnya (sumber: detik.com).

Seperti halnya proses terjadinya batu akik yang memerlukan waktu yang sangat lama, menanamkan dan menumbuhkan niliai-nilai moral dan etika dalam diri seseorang juga memerlukan waktu yang sangat lama, yang jika boleh diibaratkan menyerupai proses terjadinya batu akik tadi.
Untuk itulah proses menananamkan moral dan etika harus dimulai sejak usia dini karena prosesnya yang lama tadi.

Singkatnya, di zaman yg serba instant ini, untuk menjadikan seseorang memiliki moral yang baik tidak bisa dilakukan secara instant (seketika). Dibutuhkan proses yang berkesinambungan.

Moral dan Etika vs Profesionalitas
Profesionalitas dalam dunia bisnis erat dikaitkan dengan keahlian, kecakapan teknis dsb.
Jika dibandingkan dengan proses pembentukan karakter seseorang sehingga memiliki moral dan etika yang baik, maka untuk menjadi seorang profesional yang menguasai suatu keahlian atau kecakapan teknis tertentu, biasanya prosesnya jauh lebih cepat.

Tanpa bermaksud untuk mengecilkan proses belajar dan usaha keras yg harus dilalui dalam menguasai suatu keahlian tertentu, disini penulis hanya ingin memberi perbandingan sederhana bahwa penguasaan terhadap keahlian tertentu yang bersifat kecakapan teknis, pengetahuan (knowledge) dsb lebih mudah diraih jika dibandingkan dengan pembentukan karakter seseorang yg membutuhkan proses yang lebih lama dan berkesinambungan untuk mencapainya.

“Lebih mudah untuk mengajarkan ilmu pengetahuan (science) dibanding menanamkan moral dan etika”

dengan demikian, maka

“Lebih mudah mencetak orang pintar daripada mencetak orang baik”

Baik moral, etika maupun profesionalitas dan kecakapan teknis sangat diperlukan dalam dunia bisnis. Moral, etika dan profesionalitas saling melengkapi dan mutlak harus dimiliki oleh para pelaku bisnis.
Jika kita ingin menjadi profesional seutuhnya, nilai-nilai moral dan etika seperti kejujuran, ketulusan, keadilan dsb harus menjadi landasan dalam setiap perilaku maupun keputusan dan strategi yang kita jalankan. Jika kita tidak memberikan perhatian pada nilai-nilai moral dan etika ketika menjalankan bisnis, maka dikhawatirkan akan dapat terjerumus dalam pola pikir yang hanya mengutamakan materi atau keuntungan dengan menghalalkan segala cara.

Tempatkanlah nilai-nilai moral, etika dan kemanusiaan bersama-sama dalam organisasi yang sedang anda bangun. Mulailah dengan merekrut orang-orang yang bukan hanya profesional, tapi juga berintegritas dan memiliki moral yang baik untuk menjalankan bisnis anda. Tujuan organisasi harus tercapai namun secara selaras juga harus berlandaskan kepada nilai-nilai moral dan etika.

Selamat menjalankan bisnis anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *